Gatot: Syahganda cs Tolak Penangguhan Penahanan

HARIAN KAMI.com — “Saya secara pribadi siap menjadi penjamin, namun upaya penangguhan penahanan ditolak sama Syahdanga, Anton, dan Jumhur. Ketiganya kompak menolak,” tutur Gatot Nurmantyo.

Presidium Kesatuan Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) itu menceritakan bahwa Syahganda Nainggolan, Anton Permana, dan Jumhur Hidayat menolak upaya penangguhan penahanan.

Penolakan itu menunjukkan bahwa ketiganya adalah pejuang sejati.

“Ini yang membuat kami salut,” jelas Gatot dalam sambutannya di acara peluncuran dan bedah buku ‘Pemikiran Sang Revolusioner Dr Syahganda Nainggoan’.

Alasan penolakan itu karena ada syarat yang tidak bisa diterima Syahganda cs.

Ada tiga syarat penangguhan penahanan, yakni pertama tidak akan melarikan diri. Kedua, tidak akan menghilangkan barang bukti, dan ketiga berjanji tidak akan mengulangi perbuatan yang sama.

“Syarat ketiga itu yang mereka tolak,” jelas Gatot. Bagi mereka apa yang dilakukan mereka, yang dituduhkan melanggar UU, adalah dalam rangka kebenaran.

Syahganda cs merasa lebih baik dipenjara ketimbang dilarang menyuarakan kebenaran.

Peluncuran buku ini juga menandakan bahwa idealisme dan pemikiran Syahganda tidak akan luntur meski dipenjara.

“Masih di penjara, tapi buku diluncurkan. Ini salah satu bukti bahwa perjuangan tidak bisa dipadamkan. Semakin ditekan semakin menjadi-jadi,” jelas Gatot.

Gatot mengucapkan selamat kepada Syahganda atas peluncuran buku tersebut.

“Perjuangan belum selesai, ini baru dimulai. Saya sampaikan perjuangan yang dimulai dengan niat karena Allah SWT, tidak akan bisa dihentikan oleh manusia,” jelasnya.

Buku ini juga menjadi bukti bahwa Syahganda adalah sosok aktivis yang pemikir, atau inetelektual aktivis.

Hal senada juga disampaikan oleh Din Syamsuddin dalam sambutan secara virtual via aplikasi zoom.

“Syahganda adalah intelektual sejati. Intelektualisme bukan sekadar intelektual, tapi juga dilaksanakan dalam aksi nyata,” jelas Din.

Bisa dibeli di Gramedia Digital dan Myedisi. Ini Promo Gratis

 

Majalah GATRA yang Katanya Diborong Habis

Time Int 2020-11-16

Time Int

The Economist – 2020-10-17

The Economist

SWA.21

SWA

The Economist 2020-10-30

The Economist 2020-11-21

The Economist
The Economist

Time 2020-11-30

Newsweek 2020-11-6

Newsweek

Recent Posts