Connect with us


๐ernyataan ๐residium ๐Š๐€๐Œ๐ˆ



HARIAN KAMI โ€“โ€“ Dengan Nama Tuhan Yang Maha Esa

Mencermati perkembangan situasi politik nasional pasca pengesahan UU Cipta Kerja yang telah mendorong gerakan protes berbagai elemen rakyat, khususnya buruh, mahasiswa, pelajar, dan lainnya.

Dengan senantiasa mengharapkan ridha Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) menyatakan hal-hal sebagai berikut:

1. Mendukung gerakan buruh, mahasiswa dan pelajar yang berjuang menuntut hak dan membela aspirasi demi keadilan dan kesejahteraan berdasarkan Pancasila.

UU Cipta Kerja yang dipaksakan pengesahaannya adalah bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila yang menekankan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, karenanya patut ditolak.

2. Menyayangkan tindakan represif dari Aparat Penegak Hukum dan Keamanan/Polri yang telah menimbulkan ratusan korban luka dan sebagian masih ditahan.

Bentrokan terjadi lebih karena sikap keras kepala penguasa yang tidak membuka ruang dialog, bahkan Presiden memilih pergi ke luar kota, dan Polri lebih bertindak menghadapi massa pengunjuk rasa sebagai musuh, daripada sebagai rakyat warga negara yang memperjuangkan hak dan aspirasinya.

Kepada Polri agar mengusut indikasiย  kuat bahwa massa buruh, mahasiswa dan pelajar disusupi massa preman yang sengaja menciptakan kerusuhan, termasuk melakukan pembakaran.

3. Mendesak kepada Pemerintah untuk mendengar aspirasi rakyat yang disuarakan oleh anak-anak bangsa (buruh, mahasiswa, pelajar, dan lainnya). Bukankah kewajiban Pemerintah dan DPR -RI adalah mengemban amanat rakyat?

4. Menyerukan kepada masyarakat luas, khususnya jejaring KAMI di seluruh Tanah Air, untuk memberikan dukungan moril, materiil/logistik berupa makanan, minuman, dan obat-obatan demi kemanusiaan kepada kaum buruh, mahasiswa, pelajar, dan lainnya yang berjuang menuntut haknya demi keadilan dan kesejahteraan.

Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, melindungi perjuangan mereka yang menegakkan kebenaran, mencegah kebatilan.

Jakarta, 9 Oktober 2020

๐Š๐Ž๐€๐‹๐ˆ๐’๐ˆ ๐€๐Š๐’๐ˆ ๐Œ๐„๐๐˜๐„๐‹๐€๐Œ๐€๐“๐Š๐€๐ ๐ˆ๐๐ƒ๐Ž๐๐„๐’๐ˆ๐€

๐†๐š๐ญ๐จ๐ญ ๐๐ฎ๐ซ๐ฆ๐š๐ง๐ญ๐ฒ๐จ, ๐‘๐จ๐œ๐ก๐ฆ๐š๐ญ ๐–๐š๐ก๐š๐›, ๐Œ. ๐ƒ๐ข๐ง ๐’๐ฒ๐š๐ฆ๐ฌ๐ฎ๐๐๐ข๐ง



Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright ยฉ 2021 |

Exit mobile version