Jusuf Kalla: Paus Memberi Tahu Saya Arti Persaudaraan Manusia

3
Paus juga menyampaikan pesan tentang pentingnya kita menjaga keharmonisan dengan orang lain di dunia ini karena tidak akan ada perdamaian tanpa interaksi manusia yang baik.

Mantan Wakil Presiden Indonesia Muhammad Jusuf Kalla, yang menjadi juri dalam Zayed Award for Human Fraternity, bertemu dengan Paus Fransiskus di Vatikan pada hari Jumat untuk membahas kemanusiaan dan perdamaian dunia.

“Paus memberi tahu saya arti persaudaraan manusia – kebersamaan serta persahabatan mereka, karena sangat penting untuk hari ini ketika dunia menghadapi banyak krisis,” Kalla, yang pernah menjabat sebagai Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, kata dalam sebuah pernyataan yang diterima di Jakarta.

“Paus juga menyampaikan pesan tentang pentingnya kita menjaga keharmonisan dengan orang lain di dunia ini karena tidak akan ada perdamaian tanpa interaksi manusia yang baik,” tambahnya.

Selama interaksi, Paus Fransiskus mendesak semua hakim untuk menilai secara objektif para calon, dan dia “menguraikan beberapa langkah untuk masalah ini, menggarisbawahi tujuan acara ini untuk tujuan kemanusiaan,” kata Kalla.

Penghargaan Zayed untuk Persaudaraan Manusia dinamai sesuai nama presiden pertama Uni Emirat Arab dan penguasa Abu Dhabi, Sheikh Zayed bin Sultan Al Nahyan. Ini disajikan kepada individu dan entitas untuk pekerjaan terobosan dalam pembangunan manusia.

Dalam rapat internal dengan juri, Kalla mengusulkan penemu vaksin COVID-19 dan pengobatannya sebagai penerima penghargaan, karena mereka dianggap sebagai pahlawan selama pandemi ini karena upaya mereka untuk menyelamatkan nyawa orang.

Sejak dilembagakan pada 2019, Zayed Award for Human Fraternity akan diberikan untuk pertama kalinya pada 2021, dengan nominasi mulai dari pejabat pemerintah, perwakilan Perserikatan Bangsa-Bangsa, perwakilan organisasi non-pemerintah internasional, serta hakim agung, dan hakim agung. akademisi.

Batas waktu pengajuan nominee adalah 1 Desember 2020, sedangkan penghargaan dijadwalkan diumumkan pada 4 Februari 2021. Penghargaan tersebut membawa hadiah uang tunai sebesar US $ 1 juta.

Selain Kalla, juri lain untuk Zayed Award for Human Fraternity termasuk mantan presiden Republik Afrika Tengah, Catherine Samba-Panza; Gubernur Jenderal Kanada ke-27, Michaelle Jean; Kardinal Dominique Mamberti; dan mantan penasihat khusus PBB untuk pencegahan genosida, Adama Dieng.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here