Connect with us

Kekinian

Komisi III DPRD Kota Cirebon Dorong Percepatan Validasi Kepesertaan JKN-KIS

Published

on

Komisi III DPRD Kota Cirebon Dorong Percepatan Validasi Kepesertaan JKN-KIS




Komisi III DPRD Kota Cirebon menggelar rapat terkait progres validasi data antara data kependudukan dan kepesertaan program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). (Istimewa(


© Disediakan oleh Kumparan
Komisi III DPRD Kota Cirebon menggelar rapat terkait progres validasi data antara data kependudukan dan kepesertaan program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). (Istimewa(


Ciremaitoday.com, Cirebon – Komisi III DPRD Kota Cirebon mendorong percepatan validasi antara data kependudukan dan kepesertaan calon penerima bantuan iuran (PBI) BPJS Kesehatan untuk mencapai target Universal Health Coverage (UHC) 100 persen.

Komisi III DPRD menggelar rapat lanjutan bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cirebon, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Cirebon, dan BPJS Kesehatan Cabang Cirebon, terkait progres validasi data antara data kependudukan dan kepesertaan program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Petugas menemukan ribuan data kependudukan dan kepesertaan yang tak valid. Komisi III DPRD Kota Cirebon meminta masyarakat berpartisipasi dalam proses validitas.

“Tadi ada yang dilaporkan bahwa ada sekitar 45 ribu peserta yang tidak padan (valid) versi BPJS Kesehatan. Kalau dari Dinkes ada sekitar 48 ribu yang tidak padan,” kata Ketua Komisi III DPRD Kota Cirebon Tresnawaty dalam keterangan yang diterima Ciremaitoday, Minggu (20/6/2021).

Tresnawaty menjelaskan tentang alur validasi antara data kependudukan dan kepesertaan JKN-KIS. “Masyarakat harus mengecek NIK, bisa melalui nomor WA Disdukcapil. Kalau NIK valid, pengecekan dilanjutkan dengan aplikasi Mobile JKN BPJS Kesehatan. Silakan dicek, valid atau tidak. Kalau bermasalah atau tidak valid, silakan ajukan ke RT, kemudian dilanjut RW, Dinkes, dan BPJS untuk diproses,” kata Tresnawaty.





© Disediakan oleh Kumparan

Politikus Partai Gerindra itu berharap masyarakat berperan aktif mengecek validitas NIK dan kepesertaan BPJS Kesehatan. Sebab, Tresnawaty tak menampik, masih banyaknya data antara kependudukan dan kepesertaan yang tak cocok.

“Proses ini merupakan upaya kita untum mencapai target. Tahun lalu itu kepesertaan BPJS (JKN-KIS) sekitar 87 ribu. Kemudian walikota menurunkan SK untum menambah peserta (PBI) hingga menjadi 107 ribu, artinya harus ada tambahan 20 ribu peserta BPJS. Nah, kita sedang menyaring 20 ribu (peserta) ini,” kata Tresnawaty.

“Hingga Juni ini, dari target 20 ribu, baru terealisasikan 2.300 peserta baru. Kita harus lakukan percepatan, karena ini membantu menyerap anggaran yang sudah diketuk palu,” kata Tresnawaty menambahkan.

Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Cirebon Nopi Hidayat mengaku menemukan banyak data yang tumpang-tindih. “Kita temukan ada 45 ribu. Perlu tindak lanjut untuk mengurainya. Jangan sampai ada rekaman (NIK) lama masih ada,” kata Nopi.

Nopi mendukung upaya validitas melalui nomor aduan Disdukcapil. “Kita juga akan turun ke RT dan RW. Melalui jalur database dan ril. Kita memverifikasi kembali. Ini yang harus kita lakukan untuk cleansing (membersihkan),” kata Nopi.

Nopi menyebutkan, Kota Cirebon menduduki peringkat teratas perihal kepesertaan program JKN-KIS di tingkat Jawa Barat. Sebab, 97,25 persen dari jumlah penduduk sudah menjadi peserta JKN-KIS.

“Ada nama-nama yang sama tapi alamatnya berbeda. Jangan sampai pemda membayar dua kali atau tidak terbayarkan lantaran persoalan data yang tidak sinkron,” katanya.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Kota Cirebon Sri Laelan Erwani membeberkan, jumlah usulan yang diterima sebanyak 30.431 orang. Sudah diproses oleh BPJS Kesehatan baru 17.154 orang dan 12.406 diantaranya sudah mutasi atau migrasi.

“Dari jumlah yang diproses juga, ada 5.118 yang mengalami kegagalan. Karena beberapa alasan, misalnya tidak ada berkas, NIK tidak online, format NIK tidak sesuai hingga ajuan ganda,” kata Laelan.





Source link

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2021 HarianKami.com |