Salut! Polisi ini Mandikan Jenazah Pasien Covid Sendirian Lantaran Tak Ada Tetangga yang Berani | Keepo.me - HARIAN KAMI
Connect with us

Kekinian

Salut! Polisi ini Mandikan Jenazah Pasien Covid Sendirian Lantaran Tak Ada Tetangga yang Berani | Keepo.me

Published

on

Salut! Polisi ini Mandikan Jenazah Pasien Covid Sendirian Lantaran Tak Ada Tetangga yang Berani


Seorang polisi asal Semarang nekat memandikan jenazah pasien Covid-19 sendirian lantaran tak ada pihak sekitar yang berani melakukannya. Polisi tersebut bernama Aiptu Andi Surwano yang merupakan Anggota Sat Samapta Polrestabes Semarang.

Pada saat pemandian jenazah, Aiptu Andi ini hanya menggunakan alat pelindung diri (APD) berupa jas hujan, jaket polisi hijau, sarung tangan, face shield. Menurut keterangan setempat, tidak ada satu pun warga yang ikut mendampingi pemandian, kecuali modin (juru adzan) setempat.

“Saat dipulangkan dari rumah sakit ke rumah. Warga tidak ada yang berani. Pak modin tidak mempunyai teman. Akhirnya saya diundang,” jelas Andi

Andi menambahkan, jenazah tersebut merupakan tetangganya sendiri di Perum Graha Sendangmulyo tempat ia tinggal di Tembalang, Semarang. Selain itu, tidak satu pun teman atau keluarganya yang tahu bahwa ia terpapar Covid-19.

Ketika memutuskan untuk memandikan jenazah, Andi pun harus beradu argumen dengan istrinya saat memandikan jenazah terpapar Covid-19. Namun, Andi memiliki niat mulia untuk membantu orang lain. Ia juga memiliki ilmu cara memandikan ijazah.

“Awalnya saya ribut sama istri karena takut terpapar saat memandikan jenazah. Tapi saya bilang yang saya lakukan untuk menolong orang,” ujarnya.

Saat prosesi pemandian, Andi menggunakan peralatan perlindungan yang komplit, sehingga ia yakin hal itu akan meminimalisirnya ikut tertular Covid.

“Saya pakai APD dirangkap jas hujan, dirangkap jaket polisi, sepatu boot saat memandikan jenazah. Masker saya rangkap tiga, pakai face shield juga. Yang saya tidak punya itu sarung tangan, maka saya lalu meminta tetangga yang merupakan petugas Puskesmas,” jelasnya.

Andi telah mengetahui risiko yang dihadapi saat memandikan jenazah. Dirinya harus mengkarantina setelah melakukan pemandian.

“Saya tidak langsung pulang ke rumah setelah memandikan jenazah. Saya mandi di rumah yang satunya dan baju saya beserta jas hujan langsung saya rendam detergen. Ya begitulah risikonya,” ungkapnya.

Ia menuturkan, setelah jenazah dimandikan, lalu dimakamkan ke Demak.

“Saya meminta doa agar saya kuat dapat membantu masyarakat,” kata Andi.

Link Sumber Berita 





Source link

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2021 HarianKami.com |